Sejarah LabHistory

Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Brawijaya terletak di Kota Malang. Untuk keperluan pembelajaran dan kegiatan lapang maka sangat dibutuhkan keberadaan suatu stasiun/laboratorium yang tentunya mudah dijangkau dari Malang Kota. Oleh karena itu pada tahun 2010 FPIK-UB membeli sebuah tanah seluas ± 2500 m2 beserta bangunan di atasnya di Desa Tambak Rejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Lokasi laboratorium terletak di Jalan pelabuhan yang berjarak ± 700 m dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap. Setelah itu dilakukan renovasi bangunan sehingga cukup layak digunakan sebagai Laboratorium. Nama awal yang digunakan adalah Marine Statiun Sendangbiru.

Laboratorium tersebut mulai difungsikan untuk aktifitas tempat tinggal untuk para peneliti mahasiswa maupun dosen pada tahun 2011, dan Ketua Laboratorium yang pertama adalah Dr. Tri Djoko Lelono, Msi yang juga saat itu merangkap sebagai Kalab. Probolinggo dan Kalab. Sumberpasir berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 030/SK/2011. Oleh karena Kalab yang bersangkutan sedang studi lanjut, maka digantikan oleh Dr. Ir. Daduk Setyohadi, MP sebagai Kepala laboratorium Sendangbiru, untuk meneruskan masa jabatan Kalab tersebut sampai dengan tahun 2014 berdasarkan Surat Keputusan Rektor No.077/SK/2013.

Fisheries and Marine Sciences Faculty, Universitas Brawijaya is located in Malang. For the needs of learning process and field activities, it is very necessary to have a station/laboratory which is easy accessible from Malang. So that in 2010, Fisheries and Marine Sciences Faculty, Universitas Brawijaya (FPIK-UB) bought a land in an area of ± 2500 m2 with a building within, located in Tambak Rejo, Sumbermanjing Wetan, Malang. The location of this laboratory is in the harbour street which is about ± 700 m from Coast Fisheries Harbour (Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP)) Pondokdadap. After that, there was a renovation of the building so that it is pretty decent to be used as a laboratory. The first name which was used is Marine Station Sendangbiru.

The laboratory began to be used for the residence activity of students or faculty researchers in 2011, and the first Laboratory Chairman was Dr. Tri Djoko Lelono, Msi which was also a Laboratory Chairman of Probolinggo and Sumberpasir Laboratory based on the Rector Decree No. 030/SK/2011. Therefore, because of the relevant Laboratory Chairman is on a further study, so it is replaced by Dr. Ir. Daduk Setyohadi, MP as a Sendangbiru Laboratory Chairman to continue the previous Chairman period until 2014 based on the Rector Decree No.077/SK/2013.

 

Export date : Fri, 22 Sep 2017 9:48:52
Exported from [ http://pspk.fpik.ub.ac.id/fasilitas/laboratorium-ilmu-kelautan-2/sejarah-lab/ ]